Yanto adalah seorang pembantu. Suatu siang, dia menlepon majikannya di kantor.
Yanto : “Halo bos, ini saya Yanto.”
Majikan : “Iya, To, ada apa telepon?”
Yanto : “Ah tidak apa-apa bos, saya cuma mau lapor sekalian minta maaf, waktu saya seterika tadi, Bos punya baju terbakar…”
Majikan yang sementara sibuk menjawab: “Sudahlah tong, biar saja! tidak apa-apa, nanti saya beli yang baru…”
Yanto : “Oh, Bos baik sekali, terima kasih!”
Majikan : “Halo tong, sepertinya ramai sekali dengan suara-suara di sebelah kamu ada dimana? Kamu telepon dari mana?”
Yanto : “Saya di wartel Bos…”
Majikan : “Kenapa tidak telepon dari rumah saja?”
Yanto : “Tidak bisa Bos, masalahnya rumah juga ikut terbakar dengan Bos punya baju yang saya lapor tadi itu…”
Majikan : “Apaaaaaaa…???!!”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ada tiga friends, satunya kura-kura.. satu lagi kodok.. terus satunya lagi uler kaki seribu. Suatu hari kura-kura mengundang dua temannya kerumahnya buat pesta kecil-kecilan. Akhirnya mereka bertiga bikin pesta kecil di rumah kura-kura.
Setelah asyik ngobrol, makan, minum dan lain-lain… si kodok berkata “Eh.. dari tadi kayaknya ada yang kurang ya.. elu pada ngerasa gak.. Oh iya kita kok gak ngerokok ya.. pantesan mulut asem banget nih..”
Kura-kura : “iya ya..sorry gue lupa nggak nyediain rokok… kalo gitu lu beli aja deh ‘Dok.. warungnya deket kan..!”
Kodok : “Lho kok gue sih.. kan tuan rumahnya elu ‘Ra..”
Kura-kura : “iya sih.. tapi kan gue jalannya lambat. kalo elu kan bisa cepet..!!”
Kodok : “Ah.. nggak bisa gitu donk!!.. lagian kalo soal cepet.. pasti si uler kaki seribu lebih cepet dari gue.. kakinya aja ada seribu!!!”
Kura-kura : “Oh iya ya.. Elu aja deh yang pergi.. uler Kaki seribu..”
Kaki seribu : “Kok jadi gue sih..”
Kodok : “Udah ..nggak apa-apa.. elu aja.. buruan..”
Akhirnya si Uler kaki seribu pergi juga untuk membeli rokok.
Si Kodok dan Kura-kura nungguin sambil ngegosipin artis-artis lokal. Lima menit menunggu…si Uler kaki seribu belum datang juga… 10 menit.. 20 menit…satu jam… dan ternyata sampai tiga jam Uler kaki seribu gak nongol-nongol juga.
Kodok : “Kok Uler kaki seribu nggak pulang-pulang ya..?”
Kura-kura : “Iya nih..gue jadi kuatir..kita susulin aja yuk, Dok…!”
Kodok : “Ayuk deh..!”
Tapi waktu si kura-kura buka pintu… ternyata uler kaki seribu sudah ada di depan pintu.
Kura-kura : “Nah ni dia..!”
Kodok : “Iya nih dari tadi ditungguin juga… mana rokoknya. mulut gue udah asem banget nih..?!”
Uler kaki seribu : “Boro-boro rokok… jalan aja belom..!!”
Kodok : “Haah belum jalan… emangnya dari tadi ngapain aja…?”
Uler kaki seribu : “Yeeeeeeeee. . elu nggak liat nih… gue lagi PAKE SEPATU!!!?”
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Seorang nenek yang nyebrang jalan hampir ketabrak motor.
Pengendara motor marah : "Nenek bego! Nyebrang jalan gak liat2!"
Nenek sewot : "Lo yg bego!! Nabrak nenek-nenek aja gak kena..!!"
---------------------------------------------------------------------------------
aq berbaring d kmrku
aq menatap bintang yg
bersinar terang menerangiku
aq merasakan sinar bln msk ke tbhku
lama2 aq berpikir
genteng rmh gw k mana ya???
------------------------------------------------------
Ada 4 orang mahasiswa yang kebetulan telat ikut ujian semester karena bangun kesiangan.
Mereka lantas menyusun strategi untuk kompak kasih alasan yang sama agar dosen mereka berbaik hati memberi ujian susulan.
Mahasiswa A: pak, maaf kami telat ikut ujian semester
mahasiswa B: iya pak. Kami berempat naik angkot yg sama dan ban angkotnya meletus.
Mahasiswa C: iya kami kasihan sama supirnya. Jadinya kami bantu dia pasang ban baru.
mahasiswa D: oleh karena itu kami mohon kebaikan hati bapak untuk kami mengikuti ujian susulan.
Sang dosen berpikir sejenak dan akhirnya memperbolehkan mereka ikut ujian susulan.
Keesokan hari ujian susulan dilaksanakan, tapi keempat mahasiswa diminta mengerjakan ujian di 4 ruangan yg berbeda. “Ah, mungkin biar tidak menyontek,” pikir para mahasiswa. Ternyata ujiannya cuma ada 2 soal. Dengan ketentuan mereka baru diperbolehkan melihat dan mengerjakan soal kedua setelah selesai mengerjakan soal pertama.
Soal pertama sangat mudah dengan bobot nilai 10. Keempat mahasiswa mengerjakan dengan senyum senyum.
Giliran membaca soal kedua dengan bobot nilai 90. Keringat dingin pun mulai bercucuran.
Di soal kedua tertulis:
“Kemarin, ban angkot sebelah mana yang meletus?”
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bu guru: “Andi..! coba kamu jawab, siapa itu Thomas Alfa Edison..?”
Andi: “Tidak tau bu guru…”.
Bu guru: “Kalo James Watt, siapa dia..?”
Andi: “Ndak tau juga bu guru..”
Bu guru: “Andi! Bagaimana sih kamu ini? ditanya ini itu pasti jawab tidak tau… Tidak pernah belajar ya?”
Andi: “Belajar kok bu guru… Lah coba Andi tanya, bu guru tau ndak siapa Arifin Widodo..?”
Bu guru: “Tidak tau…”
Andi: “Kalau Bambang Setiono Ibu tau?”
Bu guru: “Tidak tau… Emang siapa mereka itu..?”
Andi: “Yaa itulah Bu…, kita khan pasti punya kenalan sendiri-sendiri..”
-----------------------------------------------------------------------------------
Pada suatu malam Jum’at Kliwon, seorang penjaga kuburan melihat ada seorang wanita sedang mainin HP di atas salah satu kuburan. Penjaga kuburanpun menegur:
“Mbak ngapain malam-malam gini mainin hape di atas kuburan?”
Si cewek menjawab “Iya pak, abis dibawah sinyalnya lemah…”
-----------------------------------------------------------------------------------------
Pada suatu hari Si Salim disuruh emaknya mengambil mangga di kebun. Sedang asik-asiknya Si Salim mengambil mangga, tiba-tiba di bawah dia melihat sepasang remaja sedang making love. Berdirilah bulu roma Si Salim. Entah kenapa dia tetap bertahan di atas pohon sambil menahan lututnya yang mulai gemetar. Selang 10 menit didengarnya suara isak tangis remaja perempuan itu, sambil tersendat-sendat dia bicara.
“Mas bagaimana kalau saya hamil nanti? Mas harus mau bertanggungjawab”
“Sudahlah dik, kita serahkan semua ini pada yang di Atas” jawab si lelaki.
Si Salim terperanjat lalu dia berteriak, “Enak aja menyerahkan semuanya padaku… aku kan cuma ambil mangga!”
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Kenapa kamu mencuri tape mobil?” tanya polisi kepada Salim, ketika dia diperiksa di kantor polisi.
“Saya terpaksa melakukannya, Pak,” jawab Salim.
“Terpaksa bagaimana?” tanya Pak polisi.
“Dari pagi saya ada perlu ke kantor polisi, tapi tidak ketemu, lalu saya tanya ke teman, ee ee.. dia jg ga tau dimana kantor polidi. Ya sudah… supaya sampai ke kantor polisi, saya terpaksa maling tape di mobil. Buktinya sekarang saya bisa sampai ke kantor polisi ini.”
“Terus, kenapa kamu mencari kantor polisi segala?”
“Itu, Pak… mau membuat… Surat Keterangan Kelakuan Baik”
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pada suatu hari di Amerika Serikat, tepatnya di kota New York, diadakan festival otak sedunia. Pada festival tersebut dipamerkan dan dijual otak2 manusia dari seluruh dunia.
Masing2 negara mengirimkan satu buah otak untuk diwakilkan. Dari sekian ratus otak, setelah diadakan penelitian, ternyata harga otak termahal berasal dari 3 negara, yakni Amerika Serikat, Jepang dan Indonesia. Ketika seorang pengunjung menanyakan mengapa otak Amerika mahal, si penjual mengatakan bahwa otak Amerika mahal karena mampu menciptakan teknologi tinggi di bidang transportasi. “Lalu, gimana dengan otak Jepang ?”, bertanya lagisi pengunjung. “Kalo otak Jepang mahal, karena Jepang sudah bisa menciptakan teknologi robot yang super canggih,” jawab si penjual.
“Lantas, otak Indonesia ?” sahut si pengunjung lagi, penasaran.
“Oooooo… kalo yg ini mahal sekali, karena masih orisinil & jarang dipake.”
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Disebuah proyek pembangunan apartement, ada 3 orank tukang yang lagi makan siang
Tukang 1 : “Ya ampun!!!! roti isi telor lagi!!! TELOR TELOR TELORRR terussss!!!!!, kalo besok gue masih dibawain roti isi telor lagi, gue bakalan loncat dari gedung atas!!!”
Tukang 2 : “NASI UDUK, NASI UDUK, NASI UDUK terus!!! bisa gila nih gue!!!! kalo besok masih nasi uduk, gue bakalan bunuh diri!”
Tukang 3 : “ROTI SELAI KACANG???????, tyappppp hari gue makan roti selei kacang!!!, kalo besok masih selei kacang juga gue bakalan ikutan loncat bareng elo berdua!!”
Besokannya, si tukang pertama dibawain roti isi telor lagi, tukang kedua, bawa nasi uduk lagi, dan tukang ketiga juga roti selei kacang lagi, akhirnya, mereka bertiga loncat dari gedung. Dipemakaman, ke3 istri tukang2 itu, sediiiihhhhh bgt:
Istri 1 : “Kalo aja saya tau dia ngga mao makan roti isi telor, pasti udah saya bikinin yang laen…. ”
Istri 2 : “Kalo aja dia bilang dia bosen sama nasi uduk, pasti ngga bakalan begini jadinya…….. ”
Istri 3 : “Saya binggung kenapa suami saya bunuh diri, dia selalu bikin bekalnya sendiri…….. “
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ada anak baru (AB) dan anak lama (AL) sedang mengobrol saat pelajaran Fisika.
AL: “Eh lu anak baru ya?”
AB: “Iya..”
AL: “Hati-hati lu sama guru Fisika, kalau salah sedikit bisa di gampar”
AB: “Ooh… gue udah tahu”
AL: “Iya, gurunya udah jelek, gembel gitu mukanya, mana miskin lagi!”
AB: “Ooh…gue udah tahu”
AL: “Pokoknya ntar kalau pulang kita kerjain yuk! kita siram pake air got, kalau perlu kita gebukin tuh guru jelek! Eh ngomong-ngomong kok lu dari tadi bilang kalo lu udah tau sih?”
AB: “Gue anaknya!!”
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Di sebuah warung, ada seorang pembeli yang berantem dengan pedagang soto karena merasa ditipu:
Pembeli: “Bang, pokoknya saya tidak mau bayar!!”
Penjual: “Loh, kamu makan disini ya harus bayar!!”
Pembeli: “Ngapain saya harus bayar, abang udah nipu saya!”
Penjual: “Nipu bagaimana??”
Pembeli: “Lha ini, katanya soto ayam tapi kagak ada ayamnya sama sekali..”
Penjual: “Emangnya kalau kamu beli jambu monyet, ada monyetnya?!”
-----------------------------------------------------------------------------------------------------